ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Waspada!!! Beredar Sabun Pemutih Kulit Online Berbahaya |
Bagi wanita yang sibuk untuk membuat
kulitnya agar tampak putih, diharapkan untuk cermat memilih cara untuk itu.
Sebelum sesuatu yang menjadikan kulit Anda menjadi terancam penyakit atau
iritasi pada sistem pernapasan, cermati dahulu informasi ini. Kini, sabun
mengandung klorin yang kini beredar dinyatakan berbahaya.
Beberapa tahun
belakangan muncul tren membuat
kulit putih dengan menyuntikkan zat
pemutih kulit ke dalam aliran darah. Namun, kini wanita khususnya
di thailand sedang tren
menggunakan sabun klorin, yang mengandung whitening (pemutih) mode baru di mana perempuan menggosok dan menggosok
kulit mereka dengan klorin agar bisa menjadi pucat.
Sabun klorin, yang
sebenarnya mengandung kalsium hipoklorit, atau dikenal sebagai zat yang
digunakan untuk membersihkan air di
kolam renang.
Penjualan sabun
ini marak secara online.
Produsennya mengklaim hal ini membantu untuk memutihkan kulit dan mengurangi
akumulasi bakteri dalam
waktu 1-2 minggu.
Masyarakat
Thailand umumnya menggambarkan kulit pucat itu indah, jadi begitu banyak yang
tergiur dengan sabun ini.
Dan ternyata, itu
bisa berpotensi merusak mata Anda. Hal ini diungkapkan seronag dokter dari Kasetsart University,
Dr. Weerachai Phutdhawong, yang membuat tes dari sampel sabun klorin yang
beredar di pasar.
“Zat ini
mengandung 100% kalsium hipoklorit. Sabun akan mengiritasi kulit Anda dan
merusak konjungtiva Anda,” tulisnya di Facebook seperti
dilansir coconut. “Ini sangat berbahaya.”
![]() |
| Waspada!!! Beredar Sabun Pemutih Kulit Online Berbahaya |
Kalsium hipoklorit
yang umumnya digunakan untuk menjaga kolam bebas dari bakteri. Senyawa ini juga
ditemukan dalam pembersih rumah tangga
dan pemutih, yang hanya berisi 2-5% klorin. Tentu saja,
sekali dalam kontak langsung dengan kulit manusia, klorin melakukan segala
sesuatu.
“Klorin menyebabkan iritasi pada
pernapasan sistem, hidung, mata, dan kulit,” ia memperingatkan.
Weerachai juga
menyebutkan cara terbaik untuk menangani klorin, dengan sarung tangan dan msker, tidak pada wajah atau untuk mandi busa.
“Warna kulit
adalah jauh di bawah epidermis, menggunakan sabun atau scrub tidak dapat meringankan
warna kulit secara alami gelap,” ujar Dr. Nopadol Nopakun, Presiden dermatologis Society of
Thailand.
“Saya berpikir
bahwa kulit yang bersih meskipun gelap itu sudah cukup. Tidak perlu menjadi
putih. Makan sehat dan istirahat
yang cukup itu saja kunci untuk kulit yang indah,” tambahnya.


0 Response to "Waspada!!! Beredar Sabun Pemutih Kulit Online Berbahaya"
Posting Komentar