ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Apa itu Tindihan (Sleep Paralysis) dan Bagaimana Cara Mencegahnya? |
Bagi Anda yang pernah
terkena serangan sleep paralysis, mungkin mengalami tubuh yang tak
bisa digerakkan, mulut terkunci (tidak bisa mengeluarkan suara), dan
bayang-bayang terlihat sosok gaib. Sehingga opini masyarakat awam pun
berkembang, mereka meyakini bahwa sleep paralysis disebabkan
makhluk halus yang menakut-nakuti manusia. Benarkah demikian?
Secara bahasa, sleep
paralysis berarti “kelumpuhan tidur”. Sedang secara enterpretasi, sleep
paralysis adalah suatu perubahan kimiawi yang dilakoni otak
terhadap tubuh hingga sebabkan tubuh lumpuh secara sementara.
Dikutip dari halaman www.IndoTipsTricks.net,
pada hakikatnya, ketika kita berada dalam kondisi tidur, kita akan lewati empat
tahapan (fase) secara berurutan. Berikut keempatnya:
- Kondisi setengah sadar;
- Kondisi tidur lebih dalam;
- Kondisi tidur paling dalam; dan terakhir
- Rapid eye movement (REM), di mana pada saat inilah kita sedang asyik
bermimpi.
Nah, pada saat kita
tidak melewati tahapan tersebut secara berurutan, yakni dari tahap kondisi
setengah sadar langsung lompat menuju REM, di sinilah sleep paralysis terjadi.
Di mana pada saat itu, otak kita sudah 100% pulih dan sadar, namun tubuh kita
tidak dapat merespons perintah-perintah yang dituturkan otak. Dan dari sinilah
sering muncul bayangan sosok gaib, yang menurut ilmu kedokteran, itu merupakan
hasil halusinasi saat kita bermimpi (pada kondisi REM).
![]() |
| Apa itu Tindihan (Sleep Paralysis) dan Bagaimana Cara Mencegahnya? |
Mungkin setelah
mengalami kejadian ini, Anda bertanya-tanya, apakah sleep paralysis berbahaya?
Secara kesehatan, peristiwa ini tak membahayakan sama sekali. Terjadinya sleep
paralysis adalah keadaan yang wajar. Menurut riset, setidaknya 20-45%
orang pernah mengalaminya. Jadi, bukan hanya Anda saja, orang-orang seantero
dunia pun turut menderita peristiwa ini.
Cara Mencegah Sleep
Paralysis
Saya akan paparkan
langkah-langkah untuk mencegahnya. Setidaknya ada lima cara sederhana untuk
mengatasinya, yaitu:
- Membasuh muka ketika ingin tidur. Ini penting, dengan mencuci muka, pikiran Anda akan makin segar hingga mengurangi risiko terjadinya sleep paralysis.
- Tidur dengan posisi miring. Menurut riset, sekitar 60-70% mereka yang
menderita peristiwa ini memosisikan tidur telentang. Oleh sebab itu,
cobalah untuk tidur miring.
- Biasakan tidur tepat pada waktunya. Orang-orang yang mengalami peristiwa ini seringkali
begadang dan kurang tidur. Tidurlah yang cukup, yakni delapan jam sehari
untuk kurangi kemungkinan terjadinya gangguan siklus REM.
- Tenangkan diri Anda. Secara tidak langsung, sleep paralysis mungkin
dapat menyebabkan gangguan mental akibat terlalu panik. Oleh
karenanya, tenangkan diri Anda dan hadapilah dengan sesantai mungkin agar
terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
- Hindari stres. Stres menjadi pemicu utama terjadinya sleep
paralysis. Jadi, saat Anda stres, usahakan jangan tidur terlebih
dahulu. Kembalikan lagi kondisi tubuh Anda ke keadaan normal. Carilah
aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan musik, menonton TV, dan
lain sebagainya.
Semoga ulasan ini
dapat bermanfaat.


0 Response to "Apa itu Tindihan (Sleep Paralysis) dan Bagaimana Cara Mencegahnya?"
Posting Komentar